Rabu, 01 Juni 2011

Proposal Hidup (3)

Setelah membaca Proposal Hidup (1) dan Proposal Hidup (2) saya berharap Anda sudah menemukan kekuatan dan kelebihan Anda. Selain itu, saya harap Anda juga sudah menemukan apa prestasi terbaik yang akan Anda torehkan dimuka bumi. Jangan lupa, tentukan pula target tahunan Anda. Bila perlu tuliskan di halaman web saya ini..
Sekarang saatnya menuju langkah ketiga dalam membuat Proposal Hidup: Tentukanlah expertise apa yang ingin Anda kuasai.  Expert adalah orang yang paling ahli di bidangnya. Contohnya, kalau saya sebut siapa ahli pesawat? Habibie pasti salah satu nama yang disebut. Kalau saya sebut basket? Pasti nama Michael Jordan juga muncul. Mengapa? Karena, mereka adalah ahli di bidangnya masing-masing.
Bagaimana caranya menjadi seorang expert? Awali dengan menemukan keahlian dengan mengajukan pertanyaan: “Untuk  mewujudkan impian saya, keahlian apa yang harus saya kuasai? Apakah dengan keahlian itu, saya sangat yakin impian saya dapat tercapai?”
Atau dengan cara menuliskan pekerjaan atau aktivitas yang Anda cintai. Tulis pula pekerjaan atau aktifitas yang benar-benar ingin Anda kuasai. Lalu, temukanlah pekerjaan atau aktivitas yang Anda cintai sekaligus Anda ingin kuasai.
Mulai hari ini, fokuslah pada hal itu dan jadikan mengasah expertise yang sudah dipilih menjadi prioritas dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Agar mempunyai dorongan yang kuat untuk terus berlatih meningkatkan expertise, pastikan expertise Anda menghasilkan sesuatu dan memberi manfaat kepada banyak orang. Selain terus berlatih, Anda juga harus mencari komunitas yang mendukung peningkatan expertise Anda.
Setiap hari saya melatih kemampuan saya memberikan training melalui berbagai metode khususnya story telling. Mengapa? Karena memang saya ingin menjadi trainer yang sangat ahli di bidang itu.
Selain itu, saya juga ingin ahli dalam melahirkan orang-orang berbakat. Saya mendirikan Indonesia Inspiring Movement sebagai suatu wadah melahirkan trainer-trainer berkelas. Saya jadikan kegiatan ini sebagai prioritas dalam aktifitas sehari-hari.
Saya juga mendirikan Pesantren Wirausaha sebagai upaya melahirkan para wirausaha muda di Indonesia. Sejak tahun 2000, program ini sudah saya jalankan. Semua aktivitas itu mengarah pada satu keahlian bagi saya, yaitu Inspirator SuksesMulia. Apa maknanya? menginspirasi jutaan orang melalui training dan kaderisasi untuk mewujudkan kehidupan terbaik: SuksesMulia.
Nah pertanyaanya sekarang, Anda ingin ahli dalam bidang apa? Atau dengan kata lain, Anda ingin dikenal sebagai ahli apa? Ayo, tuliskanlah segera.
Salam SuksesMulia!

Proposal 4 (Tamat)

Saya berharap Anda sudah menuliskan langkah ke satu, kedua dan ketiga (baca: Proposal Hidup 1, 2, 3). Sesungguhnya bangunan yang besar itu tersusun dari bahan-bahan yang kecil dan saling menguatkan. Impian besar Anda tak mungkin terwujud bila Anda mengabaikan hal-hal kecil dalam hidup Anda. Hal-hal kecil itu bisa dilakuan mulai sekarang.
Agar mimpi Anda kelak memiliki pondasi yang kokoh maka langkah keempat dalam membuat Proposal Hidup adalah: Sempurnakan Hidup Anda mulai sekarang.  Apa yang perlu disempurnakan? Pikiran dan hati Anda yang tercermin dalam sikap dan perilaku.
Untuk melakukannya, Anda perlu membuat 4 kolom:
  • Kolom pertama, tuliskan sikap dan perilaku negatif yang akan Anda buang.
  • Kolom kedua, tuliskan sikap dan perilaku yang akan Anda kurangi.
  • Kolom ketiga, tuliskan Sikap dan perilaku yang akan Anda tingkatkan.
  • Kolom keempat, tuliskan sikap dan perilaku positif baru yang akan Anda lakukan.
Apabila Anda bingung mengisi kolom tersebut, tanyakan kepada orang-orang terdekat Anda. Mintalah mereka memberi masukan tentang diri Anda sesuai dengan kolom yang sudah Anda buat.
Langkah kesatu sampai keempat itu tentang diri Anda. Impian besar Anda akan semakin cepat tercapai bila Anda mendapat dukungan dari lingkungan Anda. Maka langkah kelima dalam membuat Proposal Hidup adalah: Sempurnakan Lingkungan Anda.
Anda ingin menjadi pengusaha? Masuklah dalam komunitas pengusaha. Misalnya Komunitas Tangan Di Atas (TDA). Anda ingin menjadi “bintang” bergaulah dengan orang yang bermental bintang.  Anda ingin jadi trainer? Anda bisa join dengan Indonesia Inspiring Movement (I2Move).
Tuliskanlah kelima langkah tersebut. Renungkan.  Baca lagi dan sempurnakanlah. Bila sudah yakin, sampaikanlah kepada orang-orang yang Anda percaya. Setelah Anda mendapat feed back dari mereka, sempurnakanlah kembali Proposal Hidup itu. Sudah Yakin? Bila sudah, berdoalah setiap saat agar Proposal Hidup Anda mewujud.
Ayo buat dan realisasikan Proposal Hidup Anda. Bila tidak, hidup Anda sebenarnya sedang menjalankan Proposal Hidup orang lain.
Salam SuksesMulia!

Proposal Hidup (2)

Apakah Anda sudah menemukan apa kekuatan atau kelemahan Anda? Apakah Anda juga sudah menuliskan prestasi terbaik yang akan Anda capai selama hidup di dunia? Jika sudah, selamat Anda telah menemukannya dan jangan lupa tuliskanlah (baca Proposal Hidup 1). Bila belum menemukan, berhentilah sejenak dan jangan sepelekan hal ini.
Sekarang mari kita lanjutkan untuk membuat Proposal Hidup. Pada langkah kedua, Anda harus menuliskan prestasi terbaik yang akan Anda raih selama hidup. Itu adalah capaian jangka panjang. Sekarang buatlah target tahunan, apa yang akan Anda capai pada tahun ini?
Untuk memudahkan rincilah target tahunan Anda. Di dalam Proposal Hidup saya, tahun 2011 targetnya saya rinci berdasarkan: perusahaan, spiritual, media, pemberdayaan dan keluarga. Untuk perusahaan targetnya ada yang keuntungannya meningkat dua kali hingga sepuluh kali.
Sementara dalam aspek spiritual saya ingin sholat dhuha setiap hari, sholat tahajud setidaknya 80 persen (300 hari) dalam setahun. Selain itu sebelum tidur saya selalu bersyukur atas semua nikmat dan karunia hari itu.
Sedangkan di aspek media, target 2011 dalam Proposal Hidup yang saya tulis awal tahun itu saya tuliskan: follower twitter saya mencapai 15 ribu orang. Ketika itu follower saya baru 2512. Target 15 ribu follower menurut saya sangat menantang. Dan, alhamdulillah, target itu telah tercapai Mei 2011.
Selain twitter untuk media target saya tahun 2011 adalah menulis untuk Website JA (www.JamilAzzaini.com setiap hari (Senin-Jumat) minimal satu tulisan. Dan Alhamdulillah sampai saat ini target itu tercapai sehingga Anda bisa menikmati tulisan saya setiap hari di web ini.
Nah sekarang tuliskan target Anda dalam satu tahun. Sekali lagi rincilah sesuai dengan kebutuhan Anda.  Bisa dikelompokkan ke dalam spiritual, financial, kesehatan, hubungan sosial kemasyarakatan, bisnis, karir dan lain sebagainya. Semua pilihan terserah Anda.
Ayo berhentilah sejenak, tuliskanlah target Anda tahun ini. Rasakanlah, hidup Anda akan lebih bergairah dan penuh warna. Selamat mencoba.
Terus kunjungi website ini agar Anda mendapatkan langkah ketiga, keempat dan kelima dalam membuat Proposal Hidup. Jangan lupa tulisan ini dishare juga ya. he..he..he..
Salam SuksesMulia!

Proposal Hidup (1)

Saya punya kebiasaan sejak kecil yang berdampak besar dalam kehidupan saya, yaitu membuat Proposal Hidup.  Dari semua yang saya tulis di Proposal Hidup hampir semua mewujud dalam kenyataan. Pada awalnya ada orang yang meremehkan dan menghina  apa yang saya tulis, tapi saya jawab dengan membuktikannya.
Dari keluarga yang sangat miskin di Lampung, saya bisa mewujudkan mimpi untuk menjadi Insinyur Pertanian dan dosen. Bahkan yang terjadi saat ini, melebihi impian saya sewaktu kecil. Bukan hanya Insinyur Pertanian, saya juga melanjutkan kuliah di Pascasarjana IPB (lulus 2003).  Saat ini saya juga Inspirator SuksesMulia, penulis buku best seller, pengusaha, pengkader wirausaha dan pengkader trainer,  serta penggagas Gerakan SuksesMulia.
Saat inipun saya sedang menjalankan Proposal Hidup yang saya tulis sejak 2004.  Proposal hidup itu telah mengalami beberapa kali revisi yakni pada tahun 2006, 2007 dan 2011.  Semua gerak langkah saya saat ini dalam rangka pencapaian Proposal Hidup yang sudah saya ajukan kepada Allah, Sang Maha Kuasa di Tanah Suci. Hasilnya, semua yang saya ajukan kepada Yang Maha Mendengar ketika saya umroh dan haji (2004, 2006 dan 2007) semuanya terwujud sesuai dengan waktunya, alhamdulillah.
Bagaimana saya membuat Proposal Hidup?
Langkah pertama, saya mencari tahu dan kemudian menuliskan semua kelebihan dan kekuatan yang ada pada diri saya. Beberapa diantaranya kekuatan saya yang jarang dimiliki orang lain adalah pengalaman perjuangan hidup yang saya alami, dimana sejak SMP saya sudah mencari biaya sendiri.  Selain itu, saya juga punya kelebihan dalam hal “story telling”, kemampuan memberdayakan orang-orang tertindas, kemampuan mengkader dan lain sebagainya.
Ternyata dengan menuliskan hal itu, saya semakin bersyukur kepada-Nya.  Saya akhirnya tahu bahwa dengan bersyukur ternyata hidup semakin bahagia.  Sayapun semakin takut membuang waktu percuma, enggan melakukan hal-hal yang tidak memberi manfaat untuk diri dan kebanyakan orang. Dampak lainnya, saya jarang mengeluh dan berpikir negatif.
Nah, sekarang saatnya Anda merenungkan apa kelebihan dan kekuatan Anda yang jarang dimiliki oleh orang lain? Renungkan.  Bila sudah ketemu, ayo segera tulis. Jangan hanya ada di pikiran.. [Eh… bandel ya, ayo tulis kelebihan dan kekuatan Anda sekarang juga].
Bila Anda belum bisa menemukan, waspadalah Anda akan sering kalah bersaing dengan yang lain yang tahu kekuatannya dan memanfaatkan kekuatannya. Jadi segera temukan dan tuliskan, jangan sepelekan hal ini.
Langkah kedua, temukan dan tuliskan prestasi terbaik yang akan Anda capai selama Anda hidup di dunia.  Dengan prestasi ini, orang tua Anda bangga. Pasangan hidup Andapun tidak menyesal mendampingi Anda. Putra-putri Anda penuh percaya diri punya orang tua seperti Anda. Nama Andapun dikenal oleh generasi-generasi setelahnya.  Yang lebih penting lagi, dengan prestasi itu Anda pantas meminta Surga dari-Nya.
Sebagai contoh… Prestasi terbaik saya adalah ingin menginspirasi lima juta orang dan satu juta diantaranya terangkat harkat dan martabatnya.
Apapun yang saya lakukan saat ini dalam rangka mewujudkan impian itu.  Saya menjadi inspirator, menulis buku, mengkader wirausaha, mengkader trainer, membangun perusahaan bahkan menghidupkan Website JA (JamilAzzaini.com) adalah dalam rangka impian itu.  Ternyata, cara inipun menjadikan saya fokus dan mengetahui prioritas.  Semua hal yang berhubungan dengan prestasi yang hendak saya raih adalah prioritas.
Nah, sekarang giliran Anda, tuliskanlah apa prestasi terbaik yang akan Anda torehkan selama hidup di muka bumi? Ingat ya, prestasi terbaik (tertinggi) selama hidup, bukan prestasi tahunan. Tuliskanlah sebanyak-banyaknya kemudian setelah itu rangkumlah menjadi satu kalimat seperti impian saya. Ayo tuliskan! Bila perlu tuliskan di sini agar orang lain tahu dan mendoakan Anda…  Ayo, segera tuliskan sekarang juga prestasi terbaik yang akan Anda torehkan!
Langkah ketiga, keempat, dan kelima akan saya lanjutkan pekan depan. Mengapa? Agar Anda memiliki waktu untuk menuliskan kedua langkah di atas. Jangan tunda, lakukanlah sekarang juga!
Salam SuksesMulia!

http://www.jamilazzaini.com/proposal-hidup-1/

Kamis, 30 Desember 2010

Kerja Keras

"Bekerja keraslah, nanti Anda akan mendapatkan apa yang Anda inginkan. Meski Tuhan memberi bakat, Anda harus tetap bekerja. Jangan pernah berpikir semua akan mudah hanya dengan bakat." Aaliyah (1979-2001),

Sabtu, 13 November 2010

Fokuslah Pada Hasil Akhir

 Untuk merengkuh garis finish kesuksesan,
setiap orang pasti sepakat, bahwa tidak ada jalan mudah yang ditempuh.
...Cuma masalahya, kendati sudah tahu justru tak sedikit orang yang menyerah
di tengah jalan ketika menerima hambatan yang bertubi-tubi.
Padahal, itu adalah sebuah proses yang pasti akan dilewati
sebelum kita menjadi orang yang berhasil.
Makanya, sudah saatnya kita fokus pada hasil akhir dari impian kita,
bukan lagi berkutat mempermasalahkan proses yang menyakitkan.
Karena dengan begitu, semua orang pasti
akan bisa bertahan dalam kondisi apapun.

Minggu, 17 Oktober 2010

Trainerpreuner? Siapa TAKUT !


           Belum lama berselang saya terpesona oleh konsep dan pengertian dari sebuah istilah yang baru saya kenal: mikropreneur. Setelah membaca beberapa uraian mengenai istilah tersebut, saya kira kata “mikropreneur” dapat dipergunakan untuk menjelaskan fenomena maraknya sebuah profesi yang untk mudahnya saya sebut dengan istilah trainerpreneur.

Dari studi sederhana yang sempat saya lakukan, pengertian mikropreneur menunjuk kepada seorang entrepreneur yang mau menerima risiko untuk memulai dan mengelola jenis usaha yang akan tetap kecil (skala tertentu), yang memungkinkan dirinya memilih pekerjaan yang memang ia sukai, dan membuatnya bisa menjalankan gaya hidup seimbang sesuai nilai-nilai yang ia yakini.

Perbedaan antara mikropreneur dengan pegawai negeri maupun swasta pada umumnya terletak dalam sedikitnya enam hal. Pertama, mikropreneur fokus pada peluang, bukan pada rasa aman. Kedua, ia fokus pada apa yang laku di pasar, bukan pada apa yang ia ketahui. Ketiga, ia berorientasi pada hasil, bukan pada menjalankan rutinitas. Keempat, ia memikirkan soal perolehan keuntungan, bukan pada peroleh gaji tetap. Kelima, mikropreneur senang mencoba ide-ide baru, bukan pada usaha menghindari kesalahan. Dan keenam, ia terpesona terhadap suatu visi jangka panjang, bukan pada kenikmatan jangka pendek.
Jelas bahwa mikropreneur bukan pegawai. Namun bagaimana ia dibedakan dengan apa yang galib disebut sebagai entrepreneur?

Perbedaan mikropreneur dengan entrepreneur dalam pengertian konvensional sedikitnya nampak dalam tiga hal. Pertama, mikropreneur bukanlah pengambil risiko yang besar. Ia bukanlah orang sehebat Ir. Ciputra yang sejak muda berambisi besar untuk mengubah wilayah tandus menjadi kota, mengubah sampah menjadi emas. Ia juga bukan orang seperti Mochtar Ryadi dan anak cucunya yang memiliki nyali luar biasa untuk mengambil risiko-risiko raksasa. Mikropreneur mengambil risiko tertentu juga, tetapi dalam skala yang relatif kecil.
Perbedaan kedua adalah soal motivasi. Motivasi utama seseorang memilih jalur menjadi mikropreneur adalah pertama-tama dan terutama kebebasan. Ambisinya kepada kebebasan lebih besar ketimbang ambisi terhadap kekayaan finansial. Ini disebabkan oleh pilihan nilai-nilai tertentu yang dianutnya. Misalnya, sejumlah kawan di Jakarta memilih menjadi mikropreneur semata-mata karena mereka tidak ingin menghabiskan waktu 3-4 jam sehari di jalanan yang macet setiap hari. Mereka ingin punya waktu lebih banyak untuk melakukan hal lain yang disukainya; atau lebih memberikan waktu untuk pasangan hidup, anak-anak, atau anggota keluarga lainnya. Pada satu sisi mereka merasa bekerja sebagai pegawai di Jakarta—dengan tempat tinggal yang terletak jauh dari kantor, dan pertumbuhan penghasilan yang berkejaran dengan inflasi—adalah pilihan yang tidak rasional. Belum lagi soal rutinitas pekerjaan yang tidak memberikan tantangan bagi pertumbuhan mental-emosional-spiritualnya. Pada sisi lain, mereka sebenarnya tidak bercita-cita besar untuk menjadi konglomerat atau taipan yang memimpin usaha skala nasional dan internasional. Posisi mikropreneur terjepit di antara pegawai dan entrepreneur skala besar.

Perbedaan ketiga harus ditambahkan sebagai bagian yang tak terpisahkan, bahwa mikropreneur adalah seorang yang terpelajar. Meski mereka belum tentu orang yang memiliki banyak gelar akademis, namun mikropreneur adalah orang yang senang belajar dan karenanya pro-perubahan. Karena itu jenis usaha yang dilakukan oleh mikropreneur umumnya lebih mengandalkan kecerdasan dan ilmu pengetahuan yang memang diminatinya. Mereka terus belajar meningkatkan kompetensinya dan menghasilkan karya-karya yang menunjukkan ciri-ciri hakiki dari kaum terpelajar.
Berdasarkan pemahaman di atas, saya menggunakan istilah trainerpreneur untuk menunjuk kepada mikropreneur yang menekuni bidang pelatihan. Sebab trainerpreneur memenuhi semua ciri dari apa yang disebut mikropreneur itu. Mereka bukan pegawai karena mereka fokus pada peluang; menyimak pada apa yang laku di pasar; berorientasi pada hasil; memikirkan soal perolehan keuntungan; senang mencoba ide-ide baru; terpesona terhadap suatu visi jangka panjang yang menyangkut peran mereka dalam membangun manusia-manusia Indonesia yang lebih baik.

Trainerpreneur bukan entrepreneur dalam pengertian konvensional, sebab mereka bukan pengambil risiko besar; mereka mengutamakan kebebasan di atas keberhasilan finansial; dan tentu saja mereka senang belajar. Seorang entrepreneur belum tentu bisa dan belum tentu berminat untuk memainkan peranan sebagai trainerpreneur, demikian juga sebaliknya.
Dalam pengamatan saya, profesi sebagai trainerpreneur tumbuh dan berkembang di Indonesia hampir bersamaan dengan munculnya profesi perencana keuangan, yakni dalam satu dekade terakhir, bersamaan dengan runtuhnya Orde Baru. Bak cendawan di musim penghujan, makin banyak orang tertarik untuk menjadi trainer dan pembicara. Media cetak dan elektronik juga mulai memberikan tempat khusus terhadap mereka yang berkecimpung dalam bidang ini. Kolom-kolom di media cetak, unjuk bicara di radio dan televisi semakin marak dengan kehadiran mereka.

Sudah bertahun-tahun saya memikirkan cara untuk mendorong munculnya trainerpreneur-trainerpreneur baru di negeri ini. Sebab saya berkeyakinan bahwa kehadiran mereka akan memberikan dampak positif bagi pembangunan manusia-manusia Indonesia dalam jangka panjang. Dan akhirnya saya menemukan kawan seiring untuk bekerjasama dalam soal ini: Hari Subagya. Lewat program Train and Grow Rich yang dirintisnya tahun 2008 lalu, kami memutuskan untuk mulai bergerilya memasarkan profesi trainerpreneur di tahun-tahun mendatang.

*Andrias Harefa
The Real Indonesian Trainer
Penulis 30 Buku Best-seller

Selasa, 05 Oktober 2010

PELATIHAN SEPTEMBER- OKTOBER 2010

25/09         : Achievement Motivation Training SMPIT Abu Bakar Yogyakarta I
02/10         : Achievement Motivation Training SMPIT Abu Bakar Yogyakarta II
06/10         : Quantum Learning  Politeknik LPP Yogyakarta
09/10         : Motivasi & Inspirasi Mahasiswa Gama Cendikia UGM
09/10         : Leadership yang SIP Satson SMART Masjid Syuhada
10/10         : Achievement Motivation Training MTs Negeri Maguwoharjo
15/10         : Bermula dari Mimpi TCT JAN Inc SMF Kota Yogyakarta
16/10         : Fasilitator Public Speaking Training JAN Inc
22/10         : TCT JAN Inc Menghadapi Ujian Hidup @ Pajangan
23/10         : Fasilitator Public Speaking Training JAN Inc
25/10         : smart Motivation REALITA in promo @ Padmanaba
28/10         : smart Motivation REALITA in promo @ SMP Negeri 5 Jogja